Radang tenggorokan akut muncul mendadak ketika jaringan tenggorokan mengalami peradangan, lalu keluhannya umumnya mereda dalam beberapa hari. Durasi keluhan sering kali kurang dari 2 minggu, tetapi pemulihan bergantung pada penyebab serta kondisi tubuh. Perawatan mandiri dapat membantu menenangkan keluhan, sementara penggunaan obat atau antibiotik perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Cukup minum, beristirahat, dan menjauhi iritan mendukung pemulihan serta membantu mencegah iritasi tenggorokan bertambah parah.
Faringitis akut paling sering berkaitan dengan infeksi virus, termasuk virus penyebab influenza dan COVID-19, sementara sebagian kasus dipicu bakteri. Paparan asap rokok, rokok elektrik, polusi, alergi, serta refluks asam lambung juga dapat mengiritasi tenggorokan. Karena penyebabnya beragam, gejala yang menetap atau memburuk perlu dinilai tenaga kesehatan agar penanganannya tepat. healthhub.sg+1
Gejala Radang Tenggorokan Perlu Dikenali
Radang tenggorokan akut terutama mengenai faring, yakni bagian belakang tenggorokan yang berperan dalam proses menelan. Peradangan juga dapat menyertai tonsilitis, pembengkakan kelenjar adenoid, atau laringitis yang mengganggu fungsi pita suara. Kondisi tersebut bisa muncul bersamaan, sehingga penderita mungkin merasakan nyeri menelan sekaligus mengalami suara serak. Gejala umum lainnya meliputi tenggorokan kering, demam ringan, batuk, serta pembengkakan kelenjar getah bening leher.
Gejala Umum dan Durasi Pemulihan
Keluhan biasanya terasa saat menelan, berbicara, atau ketika tenggorokan mengering akibat asupan cairan yang kurang. Pada banyak kasus, gejala membaik dengan sendirinya dalam sekitar 5 hingga 10 hari tanpa pengobatan khusus. Meski demikian, lama pemulihan tidak selalu sama pada setiap orang karena infeksi dan iritasi memiliki pemicu berbeda. healthdirect+1
Tujuh Langkah Meredakan Radang Tenggorokan Akut
Sejumlah perawatan sederhana dapat mengurangi iritasi sekaligus menjaga tenggorokan tetap nyaman selama beberapa hari pertama pemulihan. Pilih makanan dan minuman yang tidak melukai jaringan, serta hindari suhu terlalu panas atau tekstur kasar. Tujuh langkah berikut dapat diterapkan secara bertahap sesuai usia, kemampuan, dan kondisi kesehatan masing-masing penderita. Perawatan mandiri membantu mengendalikan gejala, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis ketika penderita mengalami tanda bahaya.
- Penuhi kebutuhan air putih dan pilih minuman hangat.
- Utamakan makanan lembut, tidak kasar, dan bersuhu nyaman.
- Berkumur dengan air garam hangat, lalu buang larutannya.
- Jaga kelembapan ruangan menggunakan humidifier yang terawat.
- Kurangi berbicara keras dan istirahatkan pita suara.
- Hentikan merokok serta hindari paparan asap rokok.
- Cukupi waktu tidur dan berikan tubuh kesempatan beristirahat.
Radang Tenggorokan Lebih Nyaman dengan Perawatan
Radang tenggorokan dapat terasa lebih ringan ketika tubuh memperoleh cairan cukup dan makanan mudah ditelan. Minumlah air putih secara berkala; teh hangat dengan madu juga dapat menenangkan tenggorokan pada orang dewasa. Sup, bubur, atau nasi tim bisa menjadi pilihan, asalkan suhunya nyaman dan tidak terlalu panas.
Berkumur dengan Air Garam Secara Tepat
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada sebagian orang dewasa. Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, berkumurlah, lalu keluarkan cairannya tanpa ditelan. Anak kecil yang belum mampu berkumur dan meludah dengan aman sebaiknya tidak menjalani cara ini.
Hindari Iritan dan Jaga Suara Selama Pemulihan
Hentikan rokok dan vaping, jauhi asap serta polusi, dan kurangi makanan yang terasa mengiritasi tenggorokan. Batasi berbicara keras atau terlalu lama agar pita suara beristirahat, terutama saat suara mulai serak. Gunakan pelembap udara yang bersih bila ruangan terasa kering, serta cukupkan tidur untuk mendukung pemulihan. Lozenges dapat meredakan nyeri, tetapi pilih sesuai usia; antibiotik hanya digunakan setelah dokter memastikan infeksi bakteri.
Segera cari pertolongan medis apabila napas terasa sulit, penderita tidak mampu menelan, atau air liur terus menetes. Periksakan diri jika demam tinggi, nanah pada amandel, darah dalam ludah, atau pembengkakan leher muncul. Keluhan yang memburuk, berulang, atau tidak membaik dalam sekitar 1 minggu juga perlu mendapat penilaian dokter.
